Kapasitasku memang hanya mantan, tapi perasaanku padamu lebih rumit daripada seorang mantan. ~ Sihar Aditia
20 Februari 2012
Mungkin inilah definisi dari bodoh, melukai orang yang berharga bagi kita sampai-sampai orang itu tidak akan memaafkan kita.
Ingatkah kau tanggal berapa
sekarang ini? Ingatkah kau ada apa dibalik tanggal ini? 20 Februari
2012, andai saja kata putus tidak menjadi kesepakatan kita berdua,
mungkin saat ini kita akan tertawa bahagia dalam 5 bulan hubungan kita.
Tidak terasa sudah 2 bulan kita berpisah, 8 minggu sudah kita mencoba
untuk bangkit dari keterpurukan kekecewaan, dan 60 hari telah kita
usahakan untuk bisa melupakan dan mengikhlaskan satu sama lain, tetapi
dari kenyataan yang ada hanya kau lah yang berhasil.
Untuk seseorang yang belum beranjak dari pikiranku...
Sebenarnya aku tidak tau harus
memulai dari mana, karena untuk menuliskan surat kedua ku untuk mu ini
aku pun berpikir terlebih dahulu. Berpikir tentang gengsi ku, berpikir
akan komentar orang-orang, berpikir tentang pengabaianmu yang akan
menganggap bahwa ini adalah kumpulan kata yang tidak berguna dan tidak
akan merubah apapun. Tetapi setiap orang harus mempunyai keberanian,
setidaknya untuk mengungkapkan perasaannya.
Untuk seseorang yang sedang membenciku...
Masihkah ada amarah dalam
dirimu? Atau mungkin dendam yang merasuki dalam benakmu? Untuk kesekian
kalinya dengan cara dan kenyataan yang sama aku sungguh-sungguh menyesali atas semua kebodohan ku yang hanya bisa melukaimu. Saat
aku menuduhmu, saat aku meragukanmu, bahkan yang paling gila sekalipun
adalah disaat au mengumbar semua fitnah untukmu di suatu jejaring
sosial yang bernama twitter. Sungguh, itu adalah perbuatan yang paling
tolol yang pernah aku lakukan.
Disini aku akan menegaskan sekali
lagi bahwa aku akan belajar melupakanmu dari caramu melupakanku.
Walaupun kadang aku rindu saat-saat kau memanggilku dengan "panggilan
berbeda" yang tidak diberikan seseorang selain kau, tetapi aku akan
mencoba.
Walaupun kadang aku rindu saat-saat dimana kita jalan bersama dan kita saling mengunci tatapan. tetapi aku akan berusaha.
Walaupun
kadang aku iingin sekali berteriak didepanmu agar kau tau sebagaimana
besar & tulusnya aku mengharapkanmu, tetapi aku akan menahan.
Walaupun
kadang aku bersedih dan tidak jarang merasakan sakit yang amat saat aku
menghayal kepergianmu, aku akan bertahan, dan akan terus bertahan.
Kau memang tidak pernah mengingaat
hal-hal yang kita lewati berdua, aku saja yang terlalu rajin untuk
mengenangnya. Tetapi bila kau telah menemukan penggantiku, aku mohon
tetap simpan namaku dihatimu dan jangan lupakan kenangan kita. Aku
menyadari bahwa dulu aku telah menyia-nyiakan dirimu, dan setelah aku kehilangan dirimu, aku baru sadar bahwa kau sangat berharga. Dan
sekarang tidak ada celah lagi bagiku untuk mengulang semuanya. Biarlah
masa lalu menjadi kenangan, dan akan ku jadikan hari esok menjadi
bayangan.
Mungkin
mulai sekarang aku harus membuka hatiku untuk seseorang seperti kau
membuka hatimu untuk dia. Dan perlu kau tau bahwa sampai surat ini
selesai ku tulis, aku bukannya berhenti mencintaimu, hanya saja aku
berhenti untuk menunjukkannya. Karena amat sangat lah sakit jika apa
yang ku korbankan ke kau, tetapi kau tidak dapat menghargainya.Dan ini
adalah surat kedua sekaligus yang terkahir untuk melukiskan perasaanku
padamu. Sampai ada cara dan kenyataan yang akan mempersatukan kita
lagi, aku akan berusaha untuk melupakanmu. Selamat tinggal, L.H :')
With hope to love
Sihar Aditia :)